Selamat datang di Website Resmi Pemerintah Desa Banyurojo - Jangan lupa update secara berkala data kependudukan Anda -
IMG-LOGO
Berita Desa

Tergerus Air Hujan, Bengkok Desa Banyurojo-pun Longsor

Create By 09 December 2019 3 Views
IMG

DESA BANYUROJO - Sekitar 1.000 m2 tanah bengkok Desa Banyurojo yang lokasinya berada di Desa Banjarnegoro Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang longsor tergerus air hujan. Pun tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, lagi-lagi pepohonan yang ditanam Pak Heri hilang dibawa derasnya air dan sebagian lainnya tumbang.

Heri merupakan seorang TNI aktif yang saat ini mengontrak tanah bengkok Desa Banyurojo seluas lebih kurang 3.000 m2 dan ditanami sengon berpadu rumput kolonjono untuk ternak miliknya. 

Pernah hal serupa terjadi dan waktunya hampir sama yaitu antara bulan Nopember - Desember 2018 saat intensitas hujan mencapai puncaknya. Merasa rugi karena hampir sepertiga tanah yang dikontrak berkurang, tahun ini Heri datang ke Kantor Pemerintah Desa Banyurojo untuk meminta dispensasi atas pembayaran kontrak dan melaporkan kejadian yang ada untuk bisa ditindak lanjuti segera sebagai upaya preventif dan solusi.

Merespon positif informasi dan laporan Heri dan berupaya mengamankan aset, Pemerintah Desa Banyurojo bersama BPD pada hari Sabtu (7/12) pun melakukan survei ke tanah bengkok (Kas Desa Banyurojo) yang terdampak longsor.

Tiba dilokasi sekitar jam 10 pagi, didampingi Ketua RW setempat Heri (pengontrak tanah bengkok) ikut mendampingi Pemdes Banyurojo dan BPD melakukan peninjauan lokasi sekaligus digalilah kronologi kejadian yang ada berusmber ketua RW perumahan Azalia dan warga setempat. 

Setelah melakukan peninjauan, atas kejadian longsor ini Pemerintah Desa Banyurojo berupaya membuka komunikasi dengan Pengembang Perumahan Azalia dan Pemerintah Desa Banjarnegoro lantaran pembuangan air dari perumahan Azalia sampai dengan saat ini kurang baik, dimana debitnya besar sementara fasilitas (infra strukturnya) tidak memadai. 

Hal lain yang perlu diupayakan agar bisa menjadi solusi adalah pembuatan dan terbangunnya talud, dimana hal ini kudu dikomunikasikan lintas Desa mengingat anggarannya cukup besar dan yang lebih penting supaya kedepan kejadian longsor tidak terjadi lagi. Menutup tulisan sebuah harapan dan do'a tersemat ; "semoga Pemerintah Daerah baik Kabupaten Magelang maupun Provinsi Jawa Tengah nantinya bisa mengalokasikan anggaran untuk pembuatan talud dengan saluran drainase yang baik, Aamiin".

---

© SID Banyurojo 2019